Minggu, 02 September 2012

Ketika air suci itu menetes

menitihkan butiran air suci dari kedua bola mataku. bayangan wajah yang terbujur kaku. membuat pandangku terpaku. aku meragu. aku mulai memikirkan apa yang seharusnya tidak aku pikirkan. membuatku merasa bodoh. atas apapun dan apa saja. menjadi sosok yang ceria itu sulit. harus berpura-pura tegar didepan orang lain. berpura-pura kuat didepan orang lain. berpura-pura tersenyum didepan orang lain. lebih sakit lagi, harus ikut bahagia bersama orang lain. seperti tertusuk jarum yang runcing. seperti nafasmu tersedak. seperti matamu terluka. aku membutuhkan pundak untuk bersandar. untuk mengerti bagaimana aku. untuk meredakan sedihku. untuk mengahapus piluku.